Minggu, 06 September 2020

MENGANALISIS UNSUR DRAMATIK FILM BUMI MANUSIA

 BUMI MANUSIA







    Bumi Manusia merupakan film drama biografi sejarah Indonesia tahun 2019 yang disutradarai Hanung Bramantyo dan ditulis Salman Aristo. Film ini dialihwahanakan dari novel berjudul sama karya Pramoedya Ananta Toer. Film ini dibintangi Iqbaal Ramadhan, Mawar Eva de Jongh, dan Sha Ine Febriyanti. Film ini menceritakan kegamangan Minke antara kemajuan Eropa dan perjuangan membela tanah airnya serta hubungannya dengan Annelies. Bumi Manusia sendiri bercerita tentang seorang pribumi bernama Minke, pelajar HBS yang diketahui sebagai sekolah menengah umum untuk kaum Belanda dan bagi pribumi hanya diperbolehkan yang memiliki keturunan bangsawan. Minke bukanlah siswa biasa, tertanam jiwa kritis di dalam dirinya, termasuk keingintahuannya tentang kehidupan sosial yang terjadi di sekitarnya. Minke yang merupakan seorang pribumi namun memiliki cara pandang dan pola pikir Eropa.

PENGUNGKAPAN PERISTIWA

      Hingga suatu saat Minke bertemu dengan Annelies, yang merupakan seorang Indo-Belanda dan seketika jatuh cinta dengannya. Pola pikirnya saat itu sebagai pribumi yang sempat terbawa arus sekitarnya mengenai kaum Eropa dan keturunannya, seketika berubah dengan melihat sikap Annelies yang ramah terhadapnya. Minke semakin terkagum saat bertemu Nyai Ontosoroh, ibu dari Annelies yang merupakan seorang gundik. Terkagum dirinya akan kegigihan Nyai Ontosoroh dalam melawan ketidakadilan di hidupnya.

  Sampai tiba pada konflik saat ayah Annelies, yaitu Herman Mellema wafat dan meninggalkan masalah lama yang timbul menjadi masalah baru. Masalah perceraian Herman Mellema dengan istri pertamanya belum usai, ditambah kenyataan Nyai Ontosoroh yang tidak dinikahi secara sah oleh Herman Mellema yang menimbulkan diakuinya seluruh harta serta hak asuh Annelies dan kakaknya, Robert Mellema jatuh kepada keluarga istri pertama Herman Mellema. Puncak konflik berada pada keberpihakan hukum terhadap kaum Eropa yang menimbulkan ketidakadilan bagi pribumi.


RISING ACTION

  Hubungannya dengan Annelies yang berujung pernikahan diantara keduanya juga bukan tanpa rintangan. Minke yan memiliki hubungan buruk dengan ayah dan abangnya, dianggap telah melampaui batas oleh ibundanya. Minke dianggap sudah berubah, dan tidak menghormati orang tua dan saudaranya sebagaimana adat Jawa mengajarkan. 

Ia sangat jauh dengan budaya Jawa, budaya leluhurnya. Salah satu kata-kata bijak dari ibundanya perihal perilakunya saya kutip disini, "Bunda tak hukum kau. Kau sudah temukan jalanmu sendiri. Bunda takkan halangi, juga takkan panggil kembali. Tempuhlah jalan yang kau anggap terbaik. Hanya jangan sakiti orang tuamu, dan orang yang kau anggap tak tahu segala sesuatu yang kau tahu."



KLIMAKS

    Puncak konflik berada pada keberpihakan hukum terhadap kaum Eropa yang menimbulkan ketidakadilan bagi pribumi. Dan Minke kehilangan istri cantik yang dicintainya dan Nyai Ontosoroh yang merupakan mertuanya kehilangan hak atas perusahaan yang telah ia besarkan secara susah payah. Semua terjadi begitu saja karena keputusan pengadilan yang memang berat sebelah. Penyebabnya tak lain adalah kemunculan Maurits Mellema, yang merupakan anak sah dari Herman Mellema dari Nederland yang merasa berhak mendapatkan warisan berupa harta kekayaan dan perusahaan milik ayahnya.

RESOLUSI

   Annelies harus mematuhi sidang yang memutuskan bahwa dirinya harus pergi ke Nederland, tanah leluhurnya. Minke dan Nyai Ontosoroh sendiri tak diperbolehkan mengiringi keputusannya ke Nederland. Minke pun tidak menerima dan meminta keadilan karena bagaimanapun dia adalah suami sah dari Annelies

KODA

    Dalam buku ini Pramoedya menunjukkan betapa pentingnya belajar, dengan belajar, dapat mengubah nasib, seperti dalam buku ini, Nyai yang tidak bersekolah, dapat menjadi seorang guru yang hebat bagi siswa H.B.S Minke. Bahkan pengetahuan si Nyai yang didapat dari pengalaman, dari buku-buku dan dari kehidupan sehari-hari, ternyata lebih luas dari guru-guru sekolah H.B.S. Sehingga kita tahu bahwa belajar itu tidak merugikan melainkan menguntungkan.

Referensi Sumber
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bumi_Manusia_(film)
https://www.kompasiana.com/kevintanuwijaya/ulasan-novel-bumi-manusia_56d204beb67a61b240d882b6
https://www.kompasiana.com/akbarharsofi/5a695bd9bde5755f803f2042/review-novel-bumi-manusia-karya-pramoedya-ananta-toer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGANALISIS UNSUR DRAMATIK FILM BUMI MANUSIA

  BUMI MANUSIA Sutradara Hanung Bramantyo Produser Frederica Penulis Hanung Bramantyo Salman Aristo Berdasarkan Bumi Manusia oleh  Pramoedya...